Posts

LAPORAN PRAKTIKUM SUHU

  I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ketika tangan kita dicelupkan ke dalam air yang baru direbus, beberapa saat kemudian tangan kita akan merasakan panas. Demikian pula saat tangan kita memegang es, ternyata tangan kita merasa dingin. Dalam kehidupan sehari-hari panas atau dingin biasa digunakan untuk menjelaskan derajat suhu suatu benda. Suatu benda dikatakan panas, berarti benda tersebut memiliki suhu yang tinggi. Demikian pula suatu benda dikatakan dingin, berarti benda tersebut bersuhu rendah (Risal, 2012). Suhu merupakan ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Dapat dikatakan suatu benda lebih panas apabila memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan benda lain yang lebih dingin. Barang dari suatu benda akan selalu mengalir ke benda yang lebih dingin dari sudut pergerakan elektron, suhu merupakan salah satu perpindahan elektron (Adani, 2011).

Pemenuhan Gizi Balita: Panduan Lengkap Agar Anak Tumbuh Sehat dan Cerdas

Pemenuhan Gizi Balita: Pondasi Utama Tumbuh Kembang Anak yang Sehat dan Cerdas Masa balita (usia 1–5 tahun) sering disebut sebagai masa keemasan atau golden age. Pada fase ini, pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak berlangsung sangat cepat. Karena itu, pemenuhan gizi yang tepat menjadi faktor penting agar anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan cerdas. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami sepenuhnya pentingnya gizi seimbang bagi balita. Padahal, kekurangan gizi di usia ini dapat berdampak panjang hingga masa dewasa. --- Mengapa Pemenuhan Gizi Balita Itu Penting? Gizi bukan hanya tentang memberi makan, tetapi memastikan setiap makanan yang dikonsumsi anak mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kekurangan gizi bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti: Stunting (pertumbuhan terhambat) Berat badan rendah atau gizi buruk Daya tahan tubuh lemah Keterlambatan bicara dan perkembangan otak Sebaliknya, jika gizi terpenuhi dengan baik, anak akan memiliki ener...

ILMU GIZI, PENCERNAAN DAN METABOLISME

ILMU GIZI      Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari proses yang terjadi pada organisme hidup.(Baliwati, 2004). Proses tersebut mencakup pengambilan dan pengolahan zat padat dan  cair dari makanan yang diperlukan untuk memelihara kehidupan, pertumbuhan berfungsinya  organ tubuh dan menghasilkan energi. Pangan menyediakan unsur-unsur kimia tubuh yang  dikenal sebagai zat gizi. Zat gizi dibagi dalam enam kelas utama, yaitu karbohidrat, lemak,  protein,  vitamin, mineral, air. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin disebut sebagai zat organic  ( zat yang susunannya mengandung karbon ), sedangkan mineral dan air adalah zat anorganik.  Paling sedikit terdapat 45 jenis zat gizi, esesnsial dan nonesensial, yang diperlukan tubuh  manusia dari enam kelompok utama tersebut. Zat gizi esensial adalah zat gizi yang dibutuhkan  tubuh, tetapi tubuh tidak dapat mensintasanya dan atau tubuh tidak mampu mensintesanya dalam  jumlah cukup ...

Sejarah Dan Perkembangan Ilmu Gizi

Pengertian Ilmu Gizi Ilmu gizi adalah Ilmu yang mempelajari proses yang DOWNLOAD PDF terjadi pada organisme hidup untuk mengambil dan mengolah zat-zat padat dan cair dari makanan yang diperlukan untuk memelihara kehidupan, pertumbuhan, berfungsinya organ tubuh, dan menghasilkan energi . Ilmu gizi penting dalam ekspresi genetik, peran zat bioaktif, dll. Bersifat interdisiplin. Komisi Pangan dan Gizi AS, membagi ruang lingkup ilmu gizi dan ilmu teknologi pangan ke dalam 4 kelompok. 1.       Gizi seluler ü   Lingkungan in-vitro ü   Ilmu dasarnya : kimia analitik, biokimia, biologi sel, imunologi, biologi molekuler, dan genetika molekuler. 2.       Gizi organ khusus, gizi manusia dan gizi hewan Meliputi : ilmu nutrisi hewan, klinik, genetika medis, dietetika, patologi, fisiologi, dan kimia fisiologi

Pola Konsumsi Pangan Dan Pedoman Umum Gizi Seimbang

APA ITU POLA KONSUMSI PANGAN ?               Pola komsumsi panga n adalah susunan jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentu. Pola konsumsi pangan menunjukkan tingkat keberagaman pangan masyarakat yang dapat diamati dari parameter pola pangan harapan (PPH). FUNGSI SOSIAL PANGAN Fungsi Gastronomik :  Pangan berfungsi untuk mengisi perut  ( gaster ) yang   kosong , disesuaikan dengan kesukaannya.  Eropa : menyukai pangan yang lunak. Afrika & negara tropis: menyukai pangan  yg perlu dikunyah. Fungsi Pangan sebagai Identitas Budaya :  Jenis pangan yang biasa dikonsumsi seseorang/komunitas   tertentu dapat dijadikan indikator asal budaya mereka. Jawa : menyukai makanan yang manis   Padang : menyukai makanan pedas dan bersantan.  (Pangan tradisional: pangan yang diolah dengan cara, resep  atau citarasa yang sesuai dengan etnik tertent...

Laporan Praktikum "Akurasi"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam melakukan praktikum, pada dasarnya semua alat ukur atau alat pengujian yang mempunyai pengaruh yang signifikan pada akurasi   dan keabsahan hasil pengukuran wajib   dikalibrasi   sebelum digunakan untuk memastikan bahwa semua alat ukur tersebut sesuai dengan tujuan penggunaan dan memberikan hasil yang dapat dipercaya. Akurasi sendiri berarti kedekatan suatu hasil pengukuran / rata-rata hasil pengukuran ke nilai yang sebenarnya. Sebuah larutan atau sampel apabila diukur menggunakan alat yang satu dan diukur menggunakan alat yang lain lagi maka akan menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Semakin banyak skala atau garis-garis pengukur maka semakin akurat suatu alat tersebut.

Laporan Praktikum "Suhu"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ketika tangan kita dicelupkan ke dalam air yang baru direbus, beberapa saat kemudian tangan kita akan merasakan panas. Demikian pula saat tangan kita memegang es, ternyata tangan kita merasa dingin. Dalam kehidupan sehari-hari panas atau dingin biasa digunakan untuk menjelaskan derajat suhu suatu benda. Suatu benda dikatakan panas, berarti benda tersebut memiliki suhu yang tinggi. Demikian pula suatu benda dikatakan dingin, berarti benda tersebut bersuhu rendah (Risal, 2012). Suhu merupakan ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Dapat dikatakan suatu benda lebih panas apabila memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan benda lain yang lebih dingin. Barang dari suatu benda akan selalu mengalir ke benda yang lebih dingin dari sudut pergerakan elektron, suhu merupakan salah satu perpindahan elektron (Adani, 2011).

Laporan Praktikum "Tegangan Pemukaan"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tegangan permukaan berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan. Molekul-molekul dalam cairan  menarik satu sama lain. Sebuah molekul dalam sebagian besar zat cair tertarik sama pada semua sisi sehingga tarik menarik pada molekul adalah nol. Namun, gaya tarik menarik molekul di permukaan hanya ke bawah. Oleh karena itu, molekul permukaan mengalami gaya tarik resultan ke bawah dari dalam cairan, yang cenderung membuat area permukaan cairan sekecil mungkin. Hal ini menyebabkan molekul di permukaan yang akan ditarik ke dalam dan sehingga selalu ada beberapa kekuatan ketidakseimbangan yang bekerja pada permukaan cairan. Inilah disebut tegangan permukaan. Tegangan permukaan dapat didefinisikan sebagai Gaya yang bekerja tegak lurus dalam satuan panjang pada permukaan zat cair’. Satuan SI tegangan permukaan adalah Nm -1 . Karena satuan ini terlalu besar, dapat juga menggunakan unit yang lebih kecil mNm - 1   (millinewton meter   - 1 ...

Laporan Praktikum "Pengenceran Larutan"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu kimia sering dijumpai berbagai jenis larutan. Larutan-larutan tersebut merupakan campuran dari dua bahan atau zat yang berbeda baik dari bahan cair maupun padat. Setiap larutan yang dibuat pasti mempunyai kepekatan atau konsentrasi tertentu. Konsentrasi kepekatan itu disetiap larutan yang dibuat larutan dapat dengan ditentukan secara kuantitatif dengan suatu perhitungan. Sebelum membuat larutan dengan diharuskan tahu dulu alat-alat  yang yang digunakan dalam membuat larutan, seperti gelas kimia,  batang pengaduk,  labu takar, neraca analitik dan lain-lain. Alat-a lat tersebut akan membantu untuk membuat suatu larutan dengan konsentrasi atau kepekatan sesuai degan kebutuhan.

Laporan Praktikum "Konsentrasi Larutan"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengukuran konsentrasi larutan saat ini telah banyak dikembangkan. Berbagai metode secara kimia ataupun fisika telah diketahui oleh kalangan umum. Penerapannya sendiri juga tidak terfokus pada skala laboratorium saja tetapi juga dapat digunakan dalam skala sebuah industri, industri gula misalnya. Dengan banyaknya metode yang dikembangkan dapat meminimalisir ketidakterjangkaunya alat-alat yang  dibutuhkan pada saat itu. Salah satu metode  yang cukup banyak dikembangkan adalah dengan menggunakan kisi difraksi.

Laporan Praktikum "Titrasi"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mempelajari titrasi amatlah penting bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktikum yang berhubungan dengan laboratorium dan alat-alatnya. Titrasi sampai sekarang masih di pakai di laboratorium industri, hal tersebut disebabkan teknik ini cepat dan tidak membutuhkan banyak reagen. Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentunya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat.

Laporan Praktikum "Spektrofotometri"

Download PDF Download PDF I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Spektrofotometer sangat berhubungan dengan pengukuran jauhnya pengabsorbansian energi cahaya oleh suatu sistem kimia sebagai fungsi panjang gelombang dengan absorban maksimum dari suatu unsur atau senyawa. Konsentrasi unsur atau senyawa dapat dihitung dengan menggunakan kurva standar yang diukur pada panjang gelombang absorban tersebut, yaitu panjang glombang yang diperoleh dari hasil nilai absorbansi tertinggi. Spektrum absor ban selain   bergantung pada   sifat dasar   kimia,   juga bergantun g   pada faktor- faktor lain. Perubahan pelarut sering menghasilkan pergesaran dari   pta absorbansi. Larutan pembanding dalam spektrofotometri pada umumnya adalah pelarut murni atau suatu larutan blanko yang mengandung sedikit zat yang akan ditetapkan atau tidak sama sekali.

LAPORAN PRAKTIKUM PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN FIELD TRIP KE PAGARALAM

I.        PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk kepentingan lainnya seperti pertanian dan indutri. Oleh karena itu keberadaan air dalam masyarakat perlu dipelihara dan dilestarikan bagi kelangsungan kehidupan. Air tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan, tanpa air tidaklah mungkin ada kehidupan. Semua orang tahu betul akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Namun, tidak semua orang berpikir dan bertindak secara bijak dalam menggunakan air dengan segala permasalahan yang mengitarinya. Malah ironisnya, suatu kelompok masyarakat begitu sulit mendapatkan air bersih, sedangkan segelintir kelompok masyarakat lainnya dengan mudahnya menghambur-hamburkan air.

Laporan Praktikum "Teknik Penggunaan Labu Ukur"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap alat yang digunakan dalam laboratorium tidak semuanya berfungsi untuk melarutkan suatu zat. Maka dari itu pengguna laboratorium harus mengenal dan mengetahui alat-alat yang di gunakan dalam laboratorium, hal ini di maksudkan agar praktikan tidak salah dalam penggunaan alat dan bahan di dalam laboratorium .

Laporan "Pola Respirasi"

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Pemasakan pada buah di pengaruhi oleh adanya etilen dalam buah. Etilen merupakan senyawa hidrokarbon yang tidak jenuh dan berbentuk gas pada suhu kamar, Kerusakan produk buah-buahan dapat disebabkan oleh tingginya laju respirasi dan suhu penyimpanan serta penanganan pasca panen yang kurang baik. Selama penyimpanan, hasil pertanian masih melakukan respirasi yakni proses penguraian zat pati atau gula dengan mengambil oksigen dan menghasilkan karbondioksida, air serta energi (Fransiska et al , 2013). Fisiologi buah bergantung pada penanganan prapanen, yaitu umur, waktu, dan cara panen. Bila penanganan prapanen dilakukan dengan tepat akan mendapatkan mutu buah yang optimal sehingga buah dapat bertahan lama dalam penyimpanan. Penentuan umur panen pada setiap buah berbeda-beda karena varietas dan agroklimat (Silalahi et al , 2011).

Laporan Praktikum Teknologi Fermentasi Isolasi Bakteri Asam Laktat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Salah satu cara pengawetan susu yang tertua adalah dengan jalan mengasamkan melalui proses fermentasi, di ataranya adalah pembuatan yoghurt. Prinsip pembuatan yoghurt adalah: susu difermentasi dengan menggunakan biakan campuran Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, sehingga menghasilkan konsistensi menyerupai "pudding". Proses pembuatan yoghurt sangat bervariasi,tapi pada dasarnya sama, yaitu memfermentasi susu dengan menggunakan biakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus (Sirait, 2015).

Laporan Praktikum "Standarisasi"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari yang namanya larutan, karena larutan memegang peranan yang penting dalam kehidupan makhluk hidup. Dalam ilmu kimia, pengertian larutan ini sangat penting karena hampir semua reaksi terjadi dalam bentuk larutan. Larutan dapat didefinisikan sebagai campuran serba sama dari dua komponen atau lebih yang saling berdiri sendiri. Disebut campuran karena terdapat molekul-molekul, atom-atom atau ion-ion dari dua zat atau lebih. Larutan dikatakan homogen apabila campuran zat tersebut komponen-komponen penyusunnya tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya lagi. Misalny a   larutan gula dengan air, dimana kita tidak dapat lagi melihat dari bentuk gulanya, hal ini karena larutan sudah tercampur secara homogen.

Laporan Praktikum "Pengenalan Alat"

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laboratorium adalah tempat dimana Praktikan, dosen, maupun seorang peneliti melakukan percobaan. Pengguna laboratorium harus mengenal dan mengetahui alat-alat yang di gunakan dalam laboratorium, hal ini di maksudkan agar praktikan tidak salah dalam penggunaan alat dan bahan di dalam laboratorium . Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara menggunakan alat – alat tersebut dengan tepat pada saat sebelum dimulainya praktikum secara aktif. Sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum dan tidak terjadi kecelakaan akibat dari kesalahan praktikan. Selain itu, pengenalan alat ini sangat penting demi kelancaran praktikum kita selanjutnya. Dalam sebuah praktikum, tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung menggunakan alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum tersebut tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk menggunakannya.